Tanggal 25 November 2025 sekitar pukul tiga sore, sebuah WhatsApp masuk ke nomor saya.
“Hi, can I ask if you shipped to Bali?”
Pesan singkat, langsung, menanyakan pengiriman dan seketika aku yakin dia mau order cerutu di kirim ke Bali. Sekarang, banyak traveler mancanegara mencari cerutu Indonesia untuk dinikmati selama liburan atau dibawa pulang sebagai oleh-oleh.
Saya membalas singkat.
“Sure, provide us with complete address. Have you found cigar of your choice?”
Tak lama kemudian dia langsung mengirim alamat pengiriman di Bali. Dari respon singkatnya, saya merasa dia sudah cukup tahu tentang cerutu yang ingin dicari. Dia juga mengirim wishlist beberapa varian cerutu yang ingin dibeli.
Saya cek satu per satu.
“All right, all are available.”
Percakapan kemudian berlanjut soal pengiriman dan pembayaran.
“How much is shipping and do you take online card payment or bank transfer only, or do you provide COD?”
Saya memilih menjawab singkat dan jelas.
“Please proceed via bank transfer. I will prepare the cigars and send athe picture to make sure all are available.”
Tak lama kemudian dia menjawab lagi.
“All right, thank you.”
Menariknya, setelah aku kirim gambarnya, dia kembali menambahkan dua varian cerutu lainnya ke dalam order. Ini pembeli benar-benar serius dan antusias.
Saya jawab sederhana.
“Oke.”
Saya kemudian memastikan ulang seluruh pesanan. Totalnya ada sepuluh item cerutu. Sebelum dikirim, saya foto semuanya agar buyer bisa mengecek kembali pilihan yang sudah disiapkan.
Ordernya cukup besar, jadi saya memutuskan memberikan bonus free ongkir.
Tak lama kemudian dia kembali bertanya.
“May I ask how long it’ll take to arrive?”
Saya jawab:
“2–3 days via JNE. Payment via bank transfer.”
Dia juga sempat bertanya apakah masih ada biaya cukai tambahan. Saya jawab tentu saja tidak ada karena dikirim di wilayah Indonesia.
Menariknya, sebelum transaksi benar-benar selesai, dia kembali menambahkan satu varian lagi: Joker Mareva. Akhirnya semua pesanan saya hitung ulang sesuai total terbaru.
Setelah semuanya fix, saya mengabarkan bahwa paket akan dikirim keesokan paginya.
“We ship the package tomorrow morning. Thank you.”
Sebelum packing ditutup, saya kembali mengirim foto dan memastikan alamat penerima.
“Please check once again for the recipient address.”
Dia menjawab:
“Perfect, thank you so much.”
Itu artinya alamat sudah benar. Lalu ada satu kalimat yang menurut saya cukup berkesan.
“And thank you for taking the time to pack everything and send pictures. Really appreciate the level of professionalism.”
Bagi saya, hal kecil seperti mengirim foto packing, memastikan alamat, dan menjelaskan detail pengiriman memang penting. Terutama untuk pembeli luar negeri yang sedang traveling di Bali dan mungkin baru pertama kali membeli cerutu Indonesia secara online.
Keesokan harinya paket dikirim dan nomor resi langsung saya berikan agar bisa ditracking.
Tanggal 28 November 2025 status paket dinyatakan terkirim. Saya kemudian menghubunginya kembali.
“Have you received the package?”
Dia menjawab dengan antusias.
“Yes, I have. Thank you so much for all of your help. The cigars look absolutely amazing and I cannot wait to dive into them. And you can definitely expect another order to come in the near future.”
Saya membalas singkat.
“Sure, you’re welcome.”
Dari percakapan sederhana itu saya menyadari satu hal: traveler yang datang ke Bali ternyata tidak hanya mencari pantai, sunset, atau beach club. Sebagian dari mereka juga mencari pengalaman menikmati cerutu sambil menikmati suasana tropis Indonesia.
Ada yang menikmatinya langsung selama liburan di Bali. Ada juga yang membawa pulang beberapa batang sebagai oleh-oleh dan aroma rasa perjalanan mereka di Indonesia.
Dan bagi saya, setiap paket cerutu yang berangkat ke Bali selalu membawa cerita kecil seperti ini.

