Sembrani Corona

Cerutu Lokal dari Kebumen yang Menjanjikan

Industri cerutu Indonesia terus berkembang, dan salah satu hal yang paling menarik adalah munculnya kreasi baru dari para produsen muda. Tidak sedikit dari mereka datang dari daerah yang sebelumnya tidak banyak dikenal sebagai penghasil cerutu. Namun justru dari tempat-tempat seperti inilah potensi besar sering muncul.

Salah satu contoh menarik datang dari Kebumen, Central Java. Di daerah ini lahir sebuah cerutu lokal bernama Sembrani, sebuah kreasi yang menunjukkan bahwa masa depan cerutu Indonesia masih menyimpan banyak kejutan.

Cerutu ini digagas oleh pengusaha muda Angga Dwi Saputra bersama timnya. Dengan semangat menghadirkan cerutu lokal berkualitas, mereka memperkenalkan Sembrani Corona—cerutu dengan karakter medium body yang dirancang untuk dapat dinikmati baik oleh pemula maupun penikmat cerutu berpengalaman.

Kemasan paper pack Sembrani didesain dengan nuasansa biru dan simbol kuda terbang, dengan sisi yang timbul.


Profil Cerutu

Nama: Sembrani Corona
Vitola: Corona
Ukuran: 5 x 42
Wrapper: Vorstenland
Binder: Besuki
Filler: Besuki & Kebumen
Body: Medium
Kemasan: Box isi 5 batang


Tasting Notes

Pengujian cerutu ini dimulai dengan menggunakan punch cutter. Saat pre-draw, cerutu langsung memberikan tarikan yang terasa halus dan lancar—indikasi konstruksi yang cukup baik.

Memasuki first third, profil rasa mulai muncul dengan karakter kopi yang lembut, disertai nuansa creamy dan sedikit sentuhan leather. Kombinasi ini memberikan kesan hangat dan nyaman di awal pembakaran.

Pada second third, kompleksitas mulai berkembang. Rasa peppery mulai terasa namun tetap seimbang dengan sedikit sentuhan floral yang memberikan dimensi tambahan pada profil rasa. Tingkat rempah meningkat secara perlahan, namun tidak sampai mendominasi.

Memasuki final third, karakter cerutu menjadi lebih intens. Suhu batang cerutu mulai meningkat, dan sensasi spice terasa lebih kuat terutama saat retrohale. Meskipun pembakaran di bagian akhir terasa lebih cepat dan menuntut perhatian, keseluruhan pengalaman tetap menyenangkan.


Posisi di Pasar Cerutu Lokal

Sebagai pemain baru, Sembrani memiliki potensi untuk menempati posisi menarik di pasar cerutu lokal Indonesia. Dengan pengembangan kualitas yang berkelanjutan serta konsistensi produksi, brand ini berpeluang mendapatkan tempat di hati para aficionado.

Keberadaan produsen seperti Sembrani juga menunjukkan bahwa daerah seperti Kebumen memiliki potensi untuk berkembang sebagai bagian dari peta industri cerutu nasional. Jika tren ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin kita akan melihat lebih banyak lagi cerutu berkualitas lahir dari berbagai daerah di Indonesia.

BIN Cigar Menyebarkan Semangat Positif melalui cerutu dan komunitas

BIN (Boss Image Nusantara) Cigar menjalani lima tahun terakhir dengan aktivitas yang sangat dinamis. Bahkan sebagai penyelenggara utama pada event tahunan JKCI (Jember Kota Cerutu Indonesia). Perusahaan yang berdiri pada tahun 2012 ini tetap aktif menghadirkan berbagai seri cerutu premium terbaik, yang berasal dari perkebunan tembakau mereka sendiri di Jember, Jawa Timur.

Imam Wahid Wahyudi, sosok pemimpin yang ramah, menyambut kami dengan senyum hangat khasnya.
“Saya sangat antusias, terima kasih,” ujarnya membuka percakapan. “Selama kita happy, kesibukan kerja akan mengikuti saja.”

Saat berbicara mengenai perkembangan perusahaan, Imam menjelaskan dengan optimis. Menurutnya, cerutu lokal menunjukkan tren yang semakin positif dari tahun ke tahun, terutama dari sisi permintaan pasar. Pencapaian BIN Cigar juga meningkat cukup pesat, terutama setelah peluncuran Boslucks Repackaged Edition beberapa waktu lalu.

Ia menambahkan bahwa media sosial berperan besar dalam memperkenalkan cerutu BIN kepada masyarakat yang lebih luas. Melalui platform digital, berbagai informasi mengenai cerutu dapat disampaikan dengan lebih mudah sehingga semakin banyak orang mengenal produk cerutu Indonesia, khususnya para pecinta cerutu di dalam negeri.

Meski demikian, Imam mengakui bahwa kapasitas produksi BIN Cigar masih terbatas dibandingkan produsen besar lainnya. Namun dari sisi kualitas, ia yakin produknya mampu bersaing. Menurutnya, yang dibutuhkan saat ini adalah kerja sama serta dukungan dari berbagai pihak agar cerutu Indonesia dapat menembus pasar internasional dan semakin dikenal di dunia.

Dari sisi bisnis, perkembangan BIN Cigar juga cukup signifikan. Perusahaan ini telah berhasil mencatatkan omzet lebih dari Rp1 miliar sejak tahun 2016, dan terus menunjukkan pertumbuhan dari tahun ke tahun.

Tren menikmati cerutu atau yang sering disebut “nyigar” di kalangan pecinta cerutu lokal masih sering dianggap sebagai gaya hidup kelas atas. Namun Imam tidak sepakat dengan anggapan tersebut.

“Pendapat itu sebenarnya tidak sepenuhnya benar. Cerutu memiliki banyak variasi bentuk, rasa, dan harga, sehingga dapat dinikmati oleh berbagai kalangan,” jelasnya.

Bagi pemula, ia menyarankan untuk mencoba cerutu yang lebih ringan atau bercita rasa lembut terlebih dahulu sebelum beralih ke cerutu dengan rasa yang lebih kuat. Seiring dengan perkembangan ekonomi dan meningkatnya daya beli masyarakat, Imam percaya cerutu akan menjadi salah satu pilihan untuk dinikmati sebagai bagian dari gaya hidup.

Untuk menikmati cerutu dengan lebih maksimal, biasanya orang memadukannya dengan minuman tertentu. Namun Imam memiliki selera yang berbeda.

“Sebagian orang mungkin memilih minuman beralkohol, tapi saya pribadi lebih menikmati cerutu ditemani secangkir kopi,” tutupnya.