Bagi para penikmat cerutu, menemukan bercak putih pada permukaan cerutu bisa jadi membingungkan. Apakah itu tanda kualitas yang baik, atau justru kerusakan? Jawabannya terletak pada dua kemungkinan: plume (bloom) atau jamur (mold).
Memahami perbedaan keduanya sangat penting, karena itu pertanda cerutu apakah dirawat dengan baik atau tidak.
Apa Itu Plume (Bloom)?
Plume—atau sering juga disebut bloom—adalah lapisan putih halus yang muncul di permukaan cerutu. Ini bukanlah sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Justru sebaliknya, plume adalah tanda positif.
Plume terbentuk dari minyak alami dalam daun tembakau yang mengkristal seiring proses penuaan cerutu. Biasanya, tampilannya seperti debu putih keabu-abuan atau kristal kecil yang tersebar di permukaan.
Yang menarik, plume bisa dengan mudah dibersihkan hanya dengan menyikatnya secara lembut—tanpa meninggalkan bekas apa pun.
Banyak pecinta cerutu justru berharap plume muncul, karena ini menandakan:
- Cerutu disimpan dalam kondisi ideal
- Proses aging berjalan dengan baik
- Kualitas cerutu tetap terjaga
Dengan kata lain, plume adalah “badge of honor” bagi sebuah cerutu.
Lalu, Bagaimana dengan Jamur (Mold)?
Berbeda dengan plume, jamur adalah masalah serius.
Jamur muncul ketika cerutu disimpan dalam lingkungan yang terlalu lembap atau tidak terkontrol dengan baik. Ciri-cirinya cukup jelas:
- Warna cenderung hijau, biru, atau abu-abu gelap
- Teksturnya lebih tebal, kadang terlihat berbulu
- Sulit dihilangkan, bahkan setelah dibersihkan
Jika cerutu Anda menunjukkan tanda-tanda ini, kemungkinan besar itu adalah jamur—dan cerutu tersebut sebaiknya tidak dikonsumsi.
Perbedaan Utama Plume vs Jamur
Cara paling mudah membedakannya adalah dengan pengamatan sederhana:
- Plume: seperti debu halus putih, mudah dibersihkan
- Jamur: berbintik, berbulu, warna kehijauan, sulit dihilangkan
Aturan praktisnya:
Jika terlihat seperti debu ringan, itu plume.
Jika tampak seperti bercak berbulu atau noda membandel, itu jamur.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Menemukan Jamur?
Jika jamur muncul di humidor Anda, segera lakukan langkah berikut:
- Pisahkan cerutu yang tidak terkontaminasi
- Bersihkan humidor menggunakan sikat lembut
- Lap bagian dalam dengan sedikit alkohol isopropil
- Biarkan humidor terbuka setidaknya 24 jam
- Atur ulang kelembapan sebelum memasukkan cerutu kembali
Pastikan juga untuk selalu memantau hygrometer, karena kelembapan yang terlalu tinggi adalah penyebab utama jamur.
Tanda Cerutu Siap Dinikmati
Plume mungkin tidak selalu muncul, bahkan pada cerutu yang dirawat dengan baik. Namun ketika itu terjadi, banyak yang percaya bahwa ini adalah sinyal bahwa cerutu telah mencapai kondisi terbaiknya untuk dinikmati.
Jadi lain kali Anda melihat “debu putih” pada cerutu, jangan langsung panik. Bisa jadi itu justru pertanda bahwa Anda menyimpan cerutu dengan cara yang benar.
Sumber diadaptasi dari berbagai referensi website cerutu internasional.
