Menanam Waktu Luang, Menumbuhkan Kehidupan Baru

Di tengah rutinitas harian, pekerjaan, dan sesekali rasa bosan yang datang tanpa undangan, aku menemukan cara sederhana untuk mengisi waktu luang: menanam benih Palm Putri.

Aku tinggal di Perumahan Griya Mangli. Seperti kebanyakan rumah di perumahan, lahan tanah yang tersisa tidaklah lebar. Namun rumah kami berada di posisi tikungan, sehingga ada sedikit ruang tanah di pinggir rumah yang masih bisa dimanfaatkan. Dari ruang kecil itulah tumbuh cerita yang tidak kecil.


Beberapa tahun lalu, istriku menanam satu pohon palm putri. Kini pohon itu sudah menjulang melebihi atap rumah. Kehadirannya bukan hanya mempercantik halaman, tetapi juga membawa kehidupan lain. Burung-burung sering menjadikannya tempat bersarang, bertelur, dan membesarkan anak-anaknya. Serangga datang, dedaunan bergoyang, dan suasana rumah terasa lebih hidup, membentuk ekosistem kecil yang unik. Tanah sekitar serasa teduh dan tentu saja pohon ini gak bakal merepotkan, sebab palm daunnya lebar dan hampir tidak mudah lepas.

Pohon palm pertama itu kini berusia lebih dari sepuluh tahun. Dari satu pohon, banyak biji jatuh ke tanah. Sebagian aku semai, dan hasilnya sekarang sudah tumbuh lima pohon palm besar lainnya di sudut dan bangunan samping rumah. Rasanya menyenangkan melihat bagaimana satu pohon bisa melahirkan banyak kehidupan baru.

Beberapa bibit yang sudah cukup besar juga pernah diambil tetangga untuk ditanam kembali di teras rumah mereka. Ada pula yang dibawa ke sekolah untuk kegiatan menanam bunga dan pohon bersama. Dari halaman kecil kami, bibit-bibit itu menyebar ke tempat lain.

Hari ini aku mengulangi kebiasaan yang sama. Saat ada waktu senggang, aku memungut biji-biji yang jatuh dan mulai tumbuh, lalu menyesuaikan ke dalam polybag dengan kompos sebagai media tanam sementara. Aktivitas sederhana ini memberiku ketenangan. Ada rasa puas saat melihat sesuatu tumbuh perlahan, tanpa tergesa-gesa. Tentu saja sebagai reward kecil selepas menanam benih dan merapikan deretan polybag, aku hisap sebatang robusto dan menikmati secangkir robusta Argopuro.

Aku sampaikan saja di sini, memang aktifitas kecil ini terbuka bagi siapa saja yang ingin mengambil bibit-bibit itu dan menanamnya di tempat baru. Harapanku sederhana: semoga pohon-pohon kecil ini kelak bisa tumbuh besar, memberi teduh, memperindah ruang sekitar, dan menghadirkan kehidupan sebagaimana pohon pertama di rumah kami.

Kadang kita tidak perlu lahan luas untuk berbuat baik pada lingkungan. Cukup sedikit ruang, sedikit waktu luang, dan kemauan untuk menanam sesuatu yang baik.