Dari Kebun ke Tobacco Barn: Menyaksikan Aktivitas Nyujen Daun Tembakau

Selamat pagi teman-teman. Saat ini Kami berada di Gudang Atap, atau yang dikenal sebagai tobacco barn. Gudang pengeringan tembakau yang dipakai saat daun basah. Daun tembakau yang baru di panen dibawa dengan tandu agar tetap lurus dan rapi. Di sini, sebagian besar pekerjanya adalah perempuan, dan kami sendiri ikut merasakan pengalaman merangkai daun tembakau. Dengan cekatan pekerja perempuan rata rata tua itu menyusun daun satu demi satu yang disebut nyujen. Daun-daun yang telah dirangkai ini digantung di ketinggian hingga 20 meter, dibiarkan mengering secara alami selama 21 hari.

Setelah tahap pertama pengeringan ini, tembakau akan dipindah ke Gudang Seng, yaitu bangunan permanen untuk proses lanjutan, di mana daun yang sudah kering akan diatur—diluruskan, atau disiapkan untuk tahap sortasi berikutnya.

Proses ini sudah menjadi tradisi sejak era awal perkebunan tembakau. Meaki begitu, inovasi modern tetap diterapkan, menjaga kualitas si “golden leaf” yang kelak menjadi bahan cerutu. Di sekitar Gudang Atap, penduduk setempat sering terlibat dalam industri tembakau sebagai tenaga lepas. Demikianlah aktivitas di dalam gudang pengeringan yang membentuk keseharian para pekerja tembakau hingga kini.