Aku menerima sebuah pesan WhatsApp masuk dari website griyacerutu.com.
“Salam Alaikum Aan, I am wondering if I am able to purchase these cigars from Bali. I’m coming to Bali soon and I’m interested in purchasing a few boxes.”
Aku langsung membalasnya.
“Waalaikumsalam. Sounds great. Let me know what cigars you prefer — small, medium, or big.”
Beberapa menit kemudian dia bertanya lagi.
“Are you able to deliver to Bali? How can I buy from Bali?”
Aku menjawab dengan sederhana.
“Sure. Just leave cigars of your choice. Payment via bank transfer or Wise. Provide me with complete address.”
Dia rupanya traveler asal Australia yang akan datang ke Bali dan ingin menerima paket cerutu tepat selama ia tinggal di Bali.
Aku juga menjelaskan kalau pengiriman dari Jember ke Bali biasanya memakan waktu sekitar 2–3 hari menggunakan JNE.
Dia terlihat senang dengan respons cepat itu.
Lalu tiba-tiba muncul satu kalimat yang membuatku tak terbiasa.
“Is cash on delivery possible in any way as my order is over 5 million.”
Dalam hati aku berpikir, wah, ini order besar juga untuk awal bulan.
Seketika itu aku merespon dengan tenang.
“It’s possible via bank transfer or QRIS payment. We don’t accept cash on delivery.”
Dia memahami sistemnya dan lanjut bertanya soal waktu kedatangannya di Bali.
“Hey Aan, I arrive in Bali on 1st February. When should I order from you, so the cigars arrive on the 1st?”
Aku mencoba menghitung estimasi pengiriman dari Jember menuju Seminyak.
“Usually it takes around 2–3 days delivery. It should be safe.”
Dari situ percakapan mulai terasa lancar namun masih belum tahu cerutu apa saja yang ada dalam wishlist-nya.
Dia mulai memilih beberapa cigarlist dari website. Namun ada kendala kecil.
Beberapa seri ternyata sedang kosong.
Boslucks Maduro 6 Robusto dan Boslucks Escuro 44 Maduro belum tersedia terkendala cukai 2026 belum tersedia juga.
Dia kembali bertanya.
“Will everything be available if I order on Friday?”
Aku tidak ingin memberikan janji yang belum pasti.
“Let me inform you on Monday after checking with factory.”
Beberapa hari kemudian dia kembali menghubungiku.
“Hey boss, any update?”
Aku langsung menjawab.
“For today, Bosluck Maduro and Escuro are not available yet.”
Untungnya dia cukup fleksibel.
“Instead, I will get another box of Bosluck Corona and another Sampler 10 Robusto.”
Di situ aku mencoba menawarkan alternatif lain.
“Do you want Elbomba? It’s our best alternative.”
Elbomba memang salah satu cigar besar yang cukup premium dan cocok untuk dengan body lebih tebal dibanding Robusto biasa.
Aku juga mengirimkan link deskripsi cigar melalui website.
Tidak lama kemudian dia menjawab.
“Okay, I add Elbomba as well.”
Dari situ order mulai tertata. Dia mengirim daftar final dan bertanya:
“Is everything available in stock? If yes, I’m ready to place order.”
Aku mulai menyiapkan semuanya satu per satu. Aku foto semua cigar yang akan dikirim agar dia merasa aman. Beberapa menit kemudian dia membalas.
“Yes, perfect. Thank you boss.”
Aku membuat invoice PDF lengkap beserta total pembayaran dan mulai meminta alamat lengkap villa tempat dia menginap di Seminyak, Bali.
Yang menarik sekarang, pembayaran dari traveler luar negeri ternyata jauh lebih mudah dibanding beberapa tahun lalu.
Sebagian customer asing menggunakan Wise karena mereka tidak memiliki rekening bank lokal Indonesia. Ekosistem pembayaran sekarang membuat transaksi lintas negara terasa jauh lebih praktis.
Setelah pembayaran selesai, aku langsung packing semuanya dengan secure double wrap dan mengirim foto paket ketika sudah tiba di JNE.
Dia kembali membalas singkat.
“Perfect. Thank you boss.”
Di tahap itu aku merasa ada sesuatu yang menarik. Cerutu dari Jember ternyata bisa sampai ke tangan traveler Australia yang sedang menikmati liburan di Bali hanya dalam beberapa hari.
Semuanya terasa sederhana: Jember, cerutu, Bali, sunset, dan percakapan kecil lewat WhatsApp.