Agenda di lokasi utama lahan perkebunan ini adalah perayaan atas hasil bumi Jember yang sesungguhnya. Festival Jember Kota Cerutu Indonesia (JKCI) 2025 mencapai titik gempita yang luar biasa.
Di balik kemegahan yang tersaji, panitia membagikan cerita tentang effort masif tim di balik layar. Area panggung dan lanskap lapangan di tengah kebun ini rupanya telah dipersiapkan sejak 3 bulan sebelum acara dimulai—meliputi persiapan lahan selama 2 bulan dan penataan tanaman tembakau dekoratif selama 40 hari. Sebuah dedikasi luar biasa agar para peserta bisa meresapi keindahan budaya tembakau secara utuh.
Panggung Kolaborasi Lintas Negara dan Lintas Industri
Sesuai dengan semangat “Savoring Tradition, Embracing the Future,” festival hari itu mempertemukan keberagaman dari berbagai belahan dunia dan elemen industri. Tidak tanggung-tanggung, perwakilan dari empat negara sahabat—yaitu Malaysia, Australia, Hong Kong, dan Cina—turut hadir memadati barisan kursi undangan.
Namun, yang membuat JKCI 2025 terasa sangat istimewa adalah kentalnya atmosfer persatuan. Di tempat ini, egosektoral dileburkan. Berbagai pabrikan besar cerutu dan produsen tembakau nasional duduk berdampingan, mulai dari kelompok tani lokal, PTPN, Tembakau Medan, Tarumartani, hingga Wismilak.
“Tahun ini adalah tahun kolaborasi demi Merah Putih. Tidak ada kompetisi di antara kita. Kita semua berkumpul di sini sebagai sesama penyigar dan pemerhati cerutu untuk bersama-sama memajukan tembakau Indonesia,” ujar panitia dengan penuh semangat.
Sentuhan Tradisi Jember yang Memukau
Puncak festival disemarakkan oleh perpaduan seni tradisional dan modern yang memukau mata para tamu internasional. Sesuai temanya, tradisi Jember disajikan secara megah melalui penampilan Jember Fashion Carnaval (JFC) yang ikonik, tarian tradisional Cemara Biru, hingga dentuman musik perkusi khas Jember, MusikPatrol – Beko’Kereng. Kehadiran seni budaya ini seolah mempertegas bahwa tembakau dan kebudayaan lokal di Jember adalah dua hal yang tumbuh beriringan dan tidak bisa dipisahkan.
Komitmen dan Speech Bupati Jember: Tembakau adalah Jiwa Pedesaan
Kemeriahan acara semakin lengkap dengan hadirnya Bupati Jember yang memberikan pidato (speech) penting di atas panggung utama. Beliau menyampaikan apresiasi mendalam atas konsistensi penyelenggaraan JKCI yang membawa dampak nyata bagi daerah.
“Event JKCI ini sangat berarti buat Kabupaten Jember, karena sebuah daerah yang maju biasanya ditandai dengan wisatanya yang juga maju. Selain itu, JKCI adalah event yang berhasil mengorbitkan sektor pertembakauan kita. Tembakau ini adalah industri yang menyerap banyak sekali tenaga kerja, khususnya masyarakat pedesaan, yaitu para petani kita,” ungkap Gus Fawait.
Lebih dari sekadar apresiasi, Pemerintah Kabupaten Jember menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan panitia JKCI guna memberikan perlindungan terbaik bagi garda terdepan industri ini. Komitmen nyata tersebut dibuktikan secara simbolis di atas panggung melalui penyerahan kartu asuransi ketenagakerjaan kepada 40.000 petani tembakau di Kabupaten Jember. Sebuah langkah visioner untuk memastikan masa depan para petani lebih terjamin.
Tak Terhentikan oleh Hujan
Meskipun di tengah-tengah acara langit Jember gemerintik – gempita dan antusiasme di outdoor stage sama sekali tidak surut. Di bawah rintik hujan, rangkaian parade budaya tetap berjalan anggun, dan para tamu dari berbagai negara tetap bertahan di tempat duduk mereka dengan senyuman lebar, menikmati setiap momen magis yang tersaji.
Hari kedua JKCI 2025 di lahan Ambulu ini sukses membekaskan kesan mendalam tentang arti sebuah harmoni. Industri cerutu bukan lagi sekadar komoditas asap premium di ruang tertutup, melainkan sebuah jembatan yang menyatukan diplomasi internasional, pelestarian budaya lokal, kolaborasi lintas pabrikan, hingga perlindungan nyata bagi puluhan ribu petani pedesaan.
Bagi kita di GriyaCerutu, puncak acara JKCI 2025 ini memberikan kita alasan untuk bangga pada cerutu nusantara. Di dalam setiap batang yang kita nikmati, ada komitmen sebuah bangsa, keindahan seni budaya, dan jaminan kesejahteraan bagi mereka yang menanamnya.
Maju terus tembakau Indonesia, sejahteralah para petani kita. Salam Cigar, Salam Sehat, Salam Bahagia!
Sumber tulisan: kunjungan kami saat acara berlangsung dan youtube O’Sersan Channel
